Ternyata Dalam Bisnis Tas Murah, Merasa Bodoh Itu Baik! 

Menjalani bisnis penjualan tas murah memang perlu energi yang cukup. Apalagi jika bisnis penjualan tas tersebut diawali tanpa modal, pasti perlu kerja keras untuk bisa membuat bisnis tersebut maju. Nah, nilai dari kerja keras inilah akan menimbulkan rasa penasaran pada pebisnis. Rasa penasaran ini membuat mereka merasa bodoh sehingga harus belajar ilmu marketing terus-menerus. Tapi masalahnya, banyak pebisnis yang ingin sukses, namun hanya sedikit yang mencapai kesuksesan. Mengapa? Bedanya, yang satu itu hanya “Ingin”, sedangkan satu lagi bukan hanya “Ingin” namun ia “Action” dan “Komitmen” terhadap bisnis penjualan tasnya. Bagaimana dengan anda sendiri?

Ternyata yang membuat banyak pebisnis reseller tas bisa sukses karena mereka merasa bodoh. Inilah kebodohan pebisnis reseller yang membuat mereka kaya raya, simak baik-baik penjelasan berikut ini.

  1. Bodoh ILMU-nya

Pebisnis reseller tas yang sudah kaya selalu merasa “bodoh” dari sisi keilmuan, padahal omzetnya sudah mencapai milyaran. Akhirnya, ia senang belajar seperti baca buku dan ikut training. Haus akan ilmu-ilmu penjualan dan ilmu strategi yang baru dalam bisnis dan senang belajar. Sebernarnya, belajar terus menjadi kewajiban bagi pebisnis, karena pebisnis harus menyesuaikan strategi pada zamannya. Jika dahulu tidak ada internet, sekarang sudah ada, maka ilmu marketing online harus dipelajari.

  1. Bodoh PENGALAMAN-nya

Pebisnis yang sudah kaya sering merasa kurang pengalaman, padahal bisnisnya sudah tahunan. Dia senang belajar dari pengalaman orang lain, meski dari pengusaha yang lebih kecil dari dia. Ia yakin, selalu ada hikmah dalam setiap kejadian. Sifat seperti itu akan menimbulkan kepedulian terhadap sesama pebisnis sehingga akan mudah membantu yang lainnya.

  1. Bodoh BELANJAKAN Uang-nya

Pebisnis yang kaya biasa tampil sederhana. Pakaian biasa, kendaraan juga standar. Tidak banyak gaya. Prinsipnya, penuhi kebutuhanmu bukan keinginanmu. Serta ingat, sifat yang satu ini tahu dengan pembagian mana omzet, profit, cash dan free cash. Pebisnis yang peduli dengan kemajuan penjualan tasnya, pasti bakal memperbesar biaya produksi dibanding dengan memperbesar free cash. Dengan begitu, dia akan lebih irit dalam membelanjakan uangnya.

Bagaimana dengan anda? Bisa jadi anda tidak kaya-kaya karena merasa sok pintar. Apa-apa bilangnya “Sudah Tahu”, “Oh, Gini doang”, “Halah, klo gini saya juga bisa..” Kalau ini masih ada dalam keseharian anda, pantas saja belum kaya. Karena kesuksesan itu bisa diraih dengan kerja keras dan cerdas, bukan merasa kerja dan merasa cerdas.

Pergi Ke Pusat Belanja Grosir

Beberapa kota besar di Indonesia biasanya memiliki pusat belanja grosir yang menjual berbagai produk termasuk tas. Bagi anda yang tinggal di Jakarta, anda bisa mengunjungi ITC Mangga Dua, pasar Tanah Abang, pasar Senen, dan lain-lain. Sedangkan di Bandung, tas grosir untuk bisnis dropship bisa anda temukan di pasar Baru, pasar Andir, dan pasar Kota Kembang. Surabaya sebagai kota terbesar kedua di Indonesia juga tidak ketinggalan. Kebanyakan orang yang berbelanja di pusat belanja murah Surabaya datang dari pulau Bali. Mereka sengaja datang ke kota ini untuk mencari produk untuk di jual kembali.

Bergabung Dengan Anemone

Kabar gembiranya adalah, anda bisa bergabung dengan Anemone tanpa harus menyimpna deposit atau membeli dengan jumlah tertentu. Begitu anda mendaftar menjadi dropshipper mereka, anda langsung bisa mendapatkan harga tas yang lebih murah dari harga normal. Siapakah Anemone ini? Mereka adalah perusahaan supplier tas tangan pertama yang menawarkan harga termurah. Pengalaman mereka dalam hal dropship tidak perlu diragukan lagi. Untuk pendaftaran, bisa menghubungi nomor dibawah ini.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*