Mulai Menabung Profit Untuk Memuluskan Penjualan Tas Murah

Kalau anda ditanya, apa bedanya mindset pedagang dan pengusaha, jawaban anda apa kira-kira? Apapun jawaban anda, yang pasti seorang pengusaha perlu memiliki mindset yang satu ini, yaitu Menabung profit. Saya banyak menemukan pedagang kaki lima yang barang dagangannya sebenarnya simple tapi omzetnya luar biasa besar. Sekali-kali anda tanya pedagang di sekitar anda, misalnya: tukang es kelapa, tukang mie ayam, tukang bakso, tukang buah, tukang nasi goreng dan lain-lain.

Coba anda tanya kepada mereka, anda pasti kaget, ternyata omzet mereka per hari sangat lumayan. Tukang es kelapa misalnya per hari bisa mencapai omzet sebesar Rp. 500 ribu. Kalau sebulan? Tinggal dikali 30 tiap hari jualan. Sehari 500 ribu, jadi sebulan:  500 rb x 30 hari = Rp 15.000.000. Kalau marginnya 50% aja, profitnya mencapai 7,5jt/bulan. Mantap bukan?

Beralih ke tukang mie ayam, paling kecil per hari itu 300 ribu. Sebulan berarti: 300 rb x 30 hari = Rp. 9.000.000. Profitnya sekitar 4,5jt/bulan. Ada lagi yang lebih menjanjikan, yaitu angkringan tiap malam. Omzet per hari bisa 1,5 juta. Cuma buka dari jam 5-12 malam. Kalau sebulan? Tinggal dikali 30. Tiap hari jualan sehari 1,5 juta, sebulan berarti:  1,5jt x 30 = Rp 45.000.000. Kalau marginnya 30% aja, profitnya 13,5jt/bln. Sangat luar biasa dan ini hanya  satu cabang saja. 13,5jt/bulan, berarti kalo setahun: 13,5jt x 12 = Rp 162.000.000. dan ini masih profit, bukan omzet. Kalau anda tidak percaya silahkan tanya saja mereka langsung.

Nah, masalahnya pedagang-pedaganng sekarang jarang berpikir layaknya pengusaha. Mereka jarang Menabung profit. Mereka dagang ya untuk kebutuhan hari itu juga. Kalau dari setiap hari profit 450 ribu, misal ditabung 300 ribu saja. Kalau setahun bisa 108 juta. Kan benar-benar luar biasa. Kalau pedagang tersebut berpikir layaknya pengusaha, tahun depan dia tidak usah nongkrong di angkringan lagi untuk jualan. Dia bakal bisa buka cabang. Uangnya dari mana? Ya dari hasil nabung profit tadi.

Nah sekarang, Anda sebagai pengusaha reseller tas suka nabung profit atau tidak? Ada yang tanya, nabung profit itu dimana? Ya terserah anda sendiri, itu tergantung kenyamanan anda, Mau di bank, mau di istri, atau mau di kotak rahasia terserah. Mulai sekarang, biasakan untuk nabung profit. Gunakan tepat pada waktunya untuk membangun bisnis kembali dan tundalah kesenangan untuk sementara. Ini juga menentukan kesuksesan anda sendiri di masa depan.

Pergi Ke Pusat Belanja Grosir

Beberapa kota besar di Indonesia biasanya memiliki pusat belanja grosir yang menjual berbagai produk termasuk tas. Bagi anda yang tinggal di Jakarta, anda bisa mengunjungi ITC Mangga Dua, pasar Tanah Abang, pasar Senen, dan lain-lain. Sedangkan di Bandung, tas grosir untuk bisnis dropship bisa anda temukan di pasar Baru, pasar Andir, dan pasar Kota Kembang. Surabaya sebagai kota terbesar kedua di Indonesia juga tidak ketinggalan. Kebanyakan orang yang berbelanja di pusat belanja murah Surabaya datang dari pulau Bali. Mereka sengaja datang ke kota ini untuk mencari produk untuk di jual kembali.

Bergabung Dengan Anemone

Kabar gembiranya adalah, anda bisa bergabung dengan Anemone tanpa harus menyimpna deposit atau membeli dengan jumlah tertentu. Begitu anda mendaftar menjadi dropshipper mereka, anda langsung bisa mendapatkan harga tas yang lebih murah dari harga normal. Siapakah Anemone ini? Mereka adalah perusahaan supplier tas tangan pertama yang menawarkan harga termurah. Pengalaman mereka dalam hal dropship tidak perlu diragukan lagi. Untuk pendaftaran, bisa menghubungi nomor dibawah ini.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*