Maksimalkan Profit Tas kw 1 Agar Banyak Keuntungan yang Didapat 

Bisnis yang baik adalah binis dengan Cashflow Positif. Hal itu terjadi saat penjualannya tinggi. Namun, bukan sekedar omsetnya saja yang tinggi, namun profitnya juga. Inilah langkah-langkah dalam memaksimalkan profit bisnis tas kw 1 anda dalamtulisan sederhana ini. Ada beberapa masalah yang sering dihadapi oleh pengusaha, mungkin ini juga terjadi pada Anda:

Omset dan profit bisnis stabil, bahkan cenderung stagnan. Bisnis mengggung banyak hutang untuk menutupi operasional bisnis. (gali jurang, tutup lubang), sales (penjualan) tidak meningkat, omset selangit, namun cashnya sulit, keuangan kacau, padahal bisnisnya sudah besar, pengeluaran (expense) terlalu tinggi, piutang tidak tertagih jumlahnya besar, stok barang menumpuk.

Setelah diamati, ternyata permasalahan yang terjadi sebenarnya sederhana. Sayangnya, ketidakpahaman tentang hal sederhana ini bisa berdampak buruk pada bisnis yang dijalankannya. Hal yang dimaksud adalah ketidakpahaman terhadap cashflow. Maka akan dibagikan Rahasia bagiamana meningkatkan penjualan yang akan berpengaruh terhadap peningkatan omzet, profit serta cashflow. No cash, business crash.

Cashflow adalah darah dalam bisnis anda. Jika anda kehabisan cash, artinya anda kehabisan darah dalam bisnis anda. Ibarat manusia yang kehabisan darah, ia bakal lemah, lesu, tidak bergairah dan kalau terus terjadi bakal mati. Begitu pula bisnis anda tanpa cash bakalan bangkrut. Sayangnya tidak semua pengusaha paham akan hal ini. Beruntung bagi anda yang mendapat membaca artikel ini. Saya akan jelaskan tahap demi tahap bagaimana cara mengatasinya.

Coba cek, banyak pengusaha yang belum paham tentang istilah-istilah bisnis berikut ini: Sales/omset, COGS (Harga Pokok Produksi), Gross Profit (Keuntungan Bruto), Expense, Net Profit (Keuntungan Bersih), Cash, Bagaimana dengan Anda, Sudahkah paham istilah tersebut? Kebanyakan pengusaha terlalu fokus pada Omset. Ini tidaklah salah, tapi kurang tepat. Mengapa demikian? Karena percuma jika omsetnya besar tapi COGS dan Expense-nya juga besar. Anda tidak akan mendapat apa-apa.

Misalkan anda bisnis keripik, harga jual per pcs-nya adalah Rp 10.000. Harga produksinya (COGS/ HPP) adalah Rp 7.000. Setiap bulan Anda berhasil menjual rata-rata sekitar 10.000 pcs, maka omset Anda Rp 100.000.000 per bulan. Dengan COGS sebesar Rp 7.000/pcs, maka Rp 7.000 x 10.000 pcs = Rp 70.000.000. Misal expense bisnis Anda seperti gaji pegawai, biaya listrik, biaya marketing, telepon, sewa tempat, dll itu adalah Rp. 30.000.000. Pertanyaannya, berapa net profit yang anda terima?

Pergi Ke Pusat Belanja Grosir

Beberapa kota besar di Indonesia biasanya memiliki pusat belanja grosir yang menjual berbagai produk termasuk tas. Bagi anda yang tinggal di Jakarta, anda bisa mengunjungi ITC Mangga Dua, pasar Tanah Abang, pasar Senen, dan lain-lain. Sedangkan di Bandung, tas grosir untuk bisnis dropship bisa anda temukan di pasar Baru, pasar Andir, dan pasar Kota Kembang. Surabaya sebagai kota terbesar kedua di Indonesia juga tidak ketinggalan. Kebanyakan orang yang berbelanja di pusat belanja murah Surabaya datang dari pulau Bali. Mereka sengaja datang ke kota ini untuk mencari produk untuk di jual kembali.

Bergabung Dengan Anemone

Kabar gembiranya adalah, anda bisa bergabung dengan Anemone tanpa harus menyimpna deposit atau membeli dengan jumlah tertentu. Begitu anda mendaftar menjadi dropshipper mereka, anda langsung bisa mendapatkan harga tas yang lebih murah dari harga normal. Siapakah Anemone ini? Mereka adalah perusahaan supplier tas tangan pertama yang menawarkan harga termurah. Pengalaman mereka dalam hal dropship tidak perlu diragukan lagi. Untuk pendaftaran, bisa menghubungi nomor dibawah ini.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*