Kenali Penyebab Keuangan Sering Habis Walaupun Omzetnya Besar Dalam Penjualan Tas

Ketika dalam bisnis penjualan tas anda sudah mulai tumbuh dan memilki omzet yang terbilang besar, jangan senang dulu, karena jika omzet besar, itu tandanya kebutuhan hidup anda akan semakin menigkat, ditambah lagi kebutuhan untuk biaya produksi. Dalam bagian ini, yang dominan adalah kebutuhan akan biaya produksi yang memang menguras banyak pengeluaran. Jika tidak dikelola dengan baik, sudah pasti omzet anda hanya sebatas angka saja, belum mencapai cash.

Maka kaji ulang pemikiran anda melalui bebrapa tahapan ini. Pemikirannya, tak penting seberapa banyak pelanggan anda, lebih penting omzetnya. Tak penting juga omzetnya jika tidak ada profitnya. Ternyata profitnya juga percuma jika tidak ada cashnya. Nah itulah kenapa, cash ini sangat penting, karena dalam bisnis penjualan, cash is blood. (Cash adalah darahnya dalam bisnis). Sebagaimana manusia, jika tidaknya darahnya ya pasti mati.

Dalam ke-4 tahapan pemikiran itu, sebelum diketahui bahwa cash adalah penting, anda lebih mementingkan yang mana? Pasti kemungkinan besar pada omzetnya. Ini merupakan suatu kesalahan yang harus anda perbaiki secepat mungkin. Memang targetan suatu bisnis itu adalah omzet, tapi nilai omzet ini belum terbagi dengan biaya produksi, biaya pokok, pajak, tunjangan, sewa lapak dan lain sebagainya. Maka bijaklah dalam memikirkan dan bersikap realistis dalam mencapai suatu target. Terus mengapa bisnis bisa saja hancur walau omzetnya besar? Mengapa bisa terjadi? Omzet besar, profit besar, cashnya malah hancur. Maka lihatlah rumus berikut ini. CASH = OMSET – HPP (Harga Pokok Produksi) – Expense.

Seorang pebisnis reseller biasa kehilangan uangnya, karena Tidak detail dalam menganggarkan HPP-nya. Kalau ditanya, berapa harga produksi  1 pcs produk tas anda? “Berapa ya??  Saya tidak tahu” Nah ini merupakan ciri dari tidak detail dalam menganggarkan HPP atau malah tidak tahu sama sekali pada bagian ini. Terus juga ada yang lebih sering bocor pada bagian Expense. Contoh: anda memberikan diskon, ongkir gratis, makan-makan & Jalan-jalan pelanggan serta bonus produk. Tujuan awalnya supaya pembeli bisa beli pada hari itu juga, tapi kalau tanpa perhitungan,ya anda akan tekor. Bahkan, biasanya jika mengalami yang seperti ini, tak tanggung-tanggung biaya tekor akan lebih besar dari pemasukan anda.

Seteah membaca artikel ini, mulai dari sekarang kini saatnya anda tata kembali pengeluaran anda. Buat rencanaa anggaran supaya terkendali keuangan anda. Ini juga menjadi bukti bahwa anda serius dalam menjalankan bisnis penjualan tas nya dan terlihat lebih profesional dalam mengatur keuangannya.

Pergi Ke Pusat Belanja Grosir

Beberapa kota besar di Indonesia biasanya memiliki pusat belanja grosir yang menjual berbagai produk termasuk tas. Bagi anda yang tinggal di Jakarta, anda bisa mengunjungi ITC Mangga Dua, pasar Tanah Abang, pasar Senen, dan lain-lain. Sedangkan di Bandung, tas grosir untuk bisnis dropship bisa anda temukan di pasar Baru, pasar Andir, dan pasar Kota Kembang. Surabaya sebagai kota terbesar kedua di Indonesia juga tidak ketinggalan. Kebanyakan orang yang berbelanja di pusat belanja murah Surabaya datang dari pulau Bali. Mereka sengaja datang ke kota ini untuk mencari produk untuk di jual kembali.

Bergabung Dengan Anemone

Kabar gembiranya adalah, anda bisa bergabung dengan Anemone tanpa harus menyimpna deposit atau membeli dengan jumlah tertentu. Begitu anda mendaftar menjadi dropshipper mereka, anda langsung bisa mendapatkan harga tas yang lebih murah dari harga normal. Siapakah Anemone ini? Mereka adalah perusahaan supplier tas tangan pertama yang menawarkan harga termurah. Pengalaman mereka dalam hal dropship tidak perlu diragukan lagi. Untuk pendaftaran, bisa menghubungi nomor dibawah ini.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*