Hindari Terkena Racun Bisnis Dalam Penjualan Tas Import

Menjadi pengusaha tidak selamanya mulus. Tentu ada halangan atau rintangan saat menjalaninya. Ada yang tetap bertahan dan terus tumbuh, ada pula yang menyerah dan akhirnya tutup. Dalam penjualan tas import, hal ini sering terjadi. Hampir sebagian besar penjual mengalami yang namanya kejenuhan. Faktor ini mungkin karena terlalu terburu-buru, tidak sabar, tidak fokus, sehingga sangat berdampak pada keberlangsungan penjualan tas import. Data memperlihatkan bahwa hanya 4% bisnis yang bertahan dan terus tumbuh dalam jangka waktu 5 tahun. Nah,  bagaimana dengan bisnis anda?

Banyak bisnis penjualan tas import pada tutup karena memang sudah banyak yang terkena racun Pengusaha. Bukannya malah untung, tapi malah buntung. Inilah racun sukses pebisnis yang perlu anda ketahui.

  1. Ingin Cepat

Baru buka bisnis sebulan, sudah memasang targetan yang tinggi, dan mengeluarkan budget yang besar untuk biaya marketing. Akhirnya, semua yang diharapkan malah tidak tercapai. Apalagi jika langsung buka cabang dengan merekrut partner karena ingin cepat-cepat santai. Yang ada, malah santai, santai kembali karena bisnisnya tutup. Hal seperti ini sering dialami dengan pebisnis yang rela megeluarkan modal besar. Ingat, modal besar, risikonya pun jadi besar. Jika anda tidak paham dalam menjalankannya, maka akan menjadi sia-sia saja.

  1. Banyak Gaya

Omzet baru jutaan, sudah mulai ambil kredit sana sini hanya supaya kelihatan pebisnis yang keren. Hasilnya, bukan keren, tapi kere alias miskin. Apalagi jika baru awal buka bisnis penjualan, anda sudah langsung pamer. Bisnis itu bukan seberapa populer anda terkenal dan membuat orang terkesan. Tapi buatlah produk anda populer dan mengesankan melalui penawaran, service, dan produk tas importnya. Jangan salah kaprah mengenai banyak gaya ini. Tingkatan paling tinggi bagi pebisnis yang banyak gaya adalah hidup glamor dengan barang-barang hasil dari bisnis. Perhatikan, jika free cash anda tidak teratur dan tidak lagi melihat profit, maka anda akan mengalami kehancuran.

  1. Ikut-ikutan

Lihat usaha kuliner sukses, buka kuliner. Lihat usaha fashion sukses, buru terjun ke fashion. Lihat usaha penjualan tas sukses tanpa modal, langsung mencobanya. Yang seperti ini lagi-lagi harus berakhir dengan tutupnya bisnis. Anda yang seperti ini, hanya menjadikan bisnis sebagai pelampiasan atau sekedar lewat saja. Sifat seperti ini yang muncul dalam diri anda tanpa anda sadari jika sekedar ikut-ikutan. Intinya pastikan bisnis anda menghasilkan dan sesuai passion atau hasrat anda, bukan sekedar ikut-ikutan. Passion ini sebenarnya salah satu faktor yang cukup penting yang menjadi alternatif penentu kesuksesan. Karena jika sesuai passionnya, biasanya seseorang suka semangat dalam menjalankannya tanpa mengeluh.

Pergi Ke Pusat Belanja Grosir

Beberapa kota besar di Indonesia biasanya memiliki pusat belanja grosir yang menjual berbagai produk termasuk tas. Bagi anda yang tinggal di Jakarta, anda bisa mengunjungi ITC Mangga Dua, pasar Tanah Abang, pasar Senen, dan lain-lain. Sedangkan di Bandung, tas grosir untuk bisnis dropship bisa anda temukan di pasar Baru, pasar Andir, dan pasar Kota Kembang. Surabaya sebagai kota terbesar kedua di Indonesia juga tidak ketinggalan. Kebanyakan orang yang berbelanja di pusat belanja murah Surabaya datang dari pulau Bali. Mereka sengaja datang ke kota ini untuk mencari produk untuk di jual kembali.

Bergabung Dengan Anemone

Kabar gembiranya adalah, anda bisa bergabung dengan Anemone tanpa harus menyimpna deposit atau membeli dengan jumlah tertentu. Begitu anda mendaftar menjadi dropshipper mereka, anda langsung bisa mendapatkan harga tas yang lebih murah dari harga normal. Siapakah Anemone ini? Mereka adalah perusahaan supplier tas tangan pertama yang menawarkan harga termurah. Pengalaman mereka dalam hal dropship tidak perlu diragukan lagi. Untuk pendaftaran, bisa menghubungi nomor dibawah ini.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*