Carilah Sumber Cash Pada Bisnis Tas Jakarta Maka Penjualannya Lancar

Kita itu bisnis tas jakarta sebenarnya untuk mencari apa? Profit atau cash? Apa bedanya profit dan cash? Oarang selalu ingin omzetnya meningkat. Tujuannya agar profit yang didapatkan besar. Karena profit itu = omzet – cost. Logikanya, kalau omzetnya tinggi dan profitnya juga tinggi. Dengan catatan tetap menghemat cost supaya profit semakin lebih tinggi. Namun apakah jika profit tinggi, cashnya juga tinggi? Dan apa selalu berbanding lurus? Sadar atau tidak sadar, tujuan kita bukan seberapa banyak profit, tapi seberapa banyak cash. Yang perlu dicatat, omzet tinggi saja tidak cukup, pastikan profitnya tinggi. Itu pun belum cukup karena anda harus pastikan itu net profit bukan gross.

Nah apakah net profit adalah tujuan akhir? Ternyata tidak. Anda harus pastikan profit anda jadi cash. Emang beda? Ya, profit itu di atas kertas dan cash itu di atas rekening. Profit itu di laporan keuangan, cash itu di kantong kita. Profit itu teori, cash itu nyata. Orang walau profit nya nol, masih bisa bisnis. Tapi kalau cashnya nol, tidak bisa apa-apa. Cash is blood in your business. No cash, dying! Pertanyaannya, dari mana datangnya cash? Kalo profit kan jelas datangnya dari jualan. Nah sumber cash itu ada 3: operational, investing, financing.

Operational, namanya operating cash flow, alias OCF. Investing, namanya investing cash flow, alias ICF. Financing, namanya financing cash flow, alias FCF. Anda jualan produk anda, produk anda keluar, anda dapat uang. Nah ini hasil dari sales termasuk OCF. Jadi OCF itu akan bertambah jika anda sales, akan berkurang jika untuk cost. Kalau anda beli alat-alat produksi, beli properti, anda keluar uang cash. Ini masuknya ICF. Keluar uang untuk alat-alat, bukan untuk yang anda jual. Tiba-tiba anda ingin jual alat-alat di bisnis anda, selain produk anda, anda dapat uang cash, ini ICF. Jadi, ICF akan bertambah jika anda jualan alat-alat. Akan berkurang jika anda membeli alat-alat.

Anda butuh modal lalu pinjam uang, suntikan dana, uang bisnis anda bertambah, namanya FCF. Dapat uang, hasil dari nyuntik atau minjem. Anda bayar hutang, uang bisnis anda berkurang, akhirnya FCF nya berkurang. Misalkan Tanggal 25 anda inject uang ke bisnis, tanggal 30 anda cek. Eh, banyak cashnya, padahal hasil inject uang sendiri, bukan hsil jualan. Reseller tas yang luar biasa pasti akan selalu berusaha agar operational cash nya tinggi. Darimana datangnya OCF? OCF akan bertambah, alias makin besar, kalau salesnya bagus. Omzet tinggi, cost rendah.

Atau, anda sudah kewalahan jualan barangnya. Anda pasrah, dijual dah tuh alat-alat produksi, dapat uang, ya cashnya dari ICF. Hati-hati nyuntik modal banyak tanpa adanya cashflow yang kuat, siap-siap aja pailit. Cash lebih penting dari profit. Agar bisnis kita terus berlanjut, kita harus memastikan OCF positif.

Pergi Ke Pusat Belanja Grosir

Beberapa kota besar di Indonesia biasanya memiliki pusat belanja grosir yang menjual berbagai produk termasuk tas. Bagi anda yang tinggal di Jakarta, anda bisa mengunjungi ITC Mangga Dua, pasar Tanah Abang, pasar Senen, dan lain-lain. Sedangkan di Bandung, tas grosir untuk bisnis dropship bisa anda temukan di pasar Baru, pasar Andir, dan pasar Kota Kembang. Surabaya sebagai kota terbesar kedua di Indonesia juga tidak ketinggalan. Kebanyakan orang yang berbelanja di pusat belanja murah Surabaya datang dari pulau Bali. Mereka sengaja datang ke kota ini untuk mencari produk untuk di jual kembali.

Bergabung Dengan Anemone

Kabar gembiranya adalah, anda bisa bergabung dengan Anemone tanpa harus menyimpna deposit atau membeli dengan jumlah tertentu. Begitu anda mendaftar menjadi dropshipper mereka, anda langsung bisa mendapatkan harga tas yang lebih murah dari harga normal. Siapakah Anemone ini? Mereka adalah perusahaan supplier tas tangan pertama yang menawarkan harga termurah. Pengalaman mereka dalam hal dropship tidak perlu diragukan lagi. Untuk pendaftaran, bisa menghubungi nomor dibawah ini.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*